mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Wednesday, November 30, 2016

Nikahan Cuma 25 Juta? Masa Iya?




Terkesan nikah dadakan, nyatanya semua berjalan lancar bahkan gak pake acara memble karena uang abis setelah nikah. Ini dia yang bakal saya  bahas tentang gimana cara mendapatkan pernikahan yang tak terlupakan dengan modal seumprit. Saya bakal nulis rincian, darimana kok bisa 25.000.000? Menurut nota-nota dan uang yang saya pegang untuk membayar, 25.000.000 itulah yang saya gunakan untuk membayar ini itu, diluar untuk kegiatan pernikahan, bukan tanggung jawab saya hoho… Dan untuk pembayaran catatan sipil serta dokumen gereja, saya tidak memasukannya ke anggaran 25.000.000 tadi ya. Yo ayo yang mau menikah, untuk masa pasca menikah yang lebih baik, untuk bulan madu yang lebih hedon, untuk cicilan beli rumah yang lebih cepat (tapi kalau udah dapet warisan ya beda cerita sih). 

           1.      Foto Prewedding

Jaman sekarang boong kalo ada yang bilang “gak bisa pake kamera”. Minimal ada lah satu dua temen yang bisa fotoin yang bagus. Yaudah modal kamera sama nasi padang pasti hasil foto prewedding kamu bakal keren gak kalah sama foto prewedding orang-orang yang bayar sampe mahal. Emang hasilnya bakal beda jauh benget sih, Cuma inti dari foto prewedding itu sendiri kan dimana orang lain bisa melihat kebahagiaan kita menjelang menikah, lumayan bisa dipake ngeksis di instagram dan media sosial lain. Siapin aja satu hari untuk sesi foto, bisa ditempat kamu biasa nongkrong atau sekalian mau jalan-jalan di tempat baru, yang penting bawa banyak pakaian dan atribut pendukung untuk hasil foto yang memuaskan. Jangan lupa, diedit biar fotonya terlihat lebih WAHHH!
Ini foto di rumah, dengan bantuan efek angin

Sofa rumah lumayan lah untuk bergaya

Lupa cukur kumis

Hutan pinus di puncak becici

Breksit yang ada dibelakang rumah

Walaupun belum diedit, tapi ekspresi kami lumayan lah

Foto sama burung hantu yang di bayar sukarela

Foto di candi ijo, belakang rumah juga

Walaupun tidak romantis masih bisa bergaya konyol kok

            2 .      Lakukan Lamaran Secara Tertutup

Mengadakan lamaran juga bukan hal yang murah, apalagi kita harus melibatkan banyak saudara yang diundang, jadi otomatis konsumsi harus pesan lebih. Inti dari lamaran sebenarnya adalah pihak pria meminta agar keluarga si wanita menyetujui permohonannya untuk menikahi wanita itu, kalau sudah setuju tinggal pilih tanggal deh. Lamaran secara tertutup ini bisa jadi alternative menghemat biaya pernikahan, cukup keluarga inti dan tidak ada serah-serahan waktu lamaran. 

3.      Undangan

Jaman semakin praktis, saya dan suami hanya menyebar undangan via media social (itu juga hanya teman-teman terdekat yang kami undang) dengan desain yang sudah kami buat sendiri sesuai keinginan kami. Memang ada beberapa yang dicetak, tapi hanya sebagai formalitas undangan untuk tetua di keluarga dan rekanan dari orangtua kami. Dan Puji Tuhan tidak banyak yang komentar apalagi protes karena undangan kami hanya via dunia maya saja.
Undangan Kami
-          Cetak undangan A3 (bisa jadi 12 bagian) 4.500/A3   (   13.500)
        
            4.      Siraman dan Malam Midodareni

Siraman Di Kamar Mandi Juga Ok
a.   Siraman sederhana aja gak usah pake adat Jawa dengan segala rupa bunga melati dironce dijadikan bando dan penutup badan bagian atas, jualan dawet dll. Terus siramannya gimana? Minta tolong pakde bude om tante untuk bawain air dari rumah mereka, kan 7 mata air berbeda ceritanya. Sama bunga untuk siraman, pasti nanti ada yang mau bantu nyumbang lah kalau sekedar bunga tabur saja. Udah deh kalau beberapa keluarga udah ada yang kumpul, tinggal minta disiram dan didoakan. Siramanpun selesai. 

b.      Masalah makeup, serahkan kepada sahabatmu yang jago rias dan gak segan-segan untuk datang lebih awal di malam midodareni kamu. Sahabatmu pasti senang kalau ternyata dia akan jadi salah satu orang yang memiliki peran penting dalam persiapan pernikahanmu.

Hasil Makeup
Lagi proses mempercantik

Suami, saya dan Nurul, sahabat yang bantuin  makeup

c.    Setelah siraman, keluarga mempelai pria menuju rumah mempelai wanita dengan membawa serah-serahan (yang seharusnya dibawa waktu lamaran), serah-serahan bisa banyak macamnya tergantung kesepakatan mempelai wanita dengan sang ibu mertua, karena supaya gak terbuang sia-sia alangkah bijaknya bila serah-serahan lamaran dipilih sendiri. Tadinya mau beli sendiri tapi karena mertua bilang kalau ini kewajibannya, yaudahdeh tau diri beli barang serah-serahan gak usah mahal-mahal.
Serah-serahan dari Keluarga MP

Siap sedia menuju rumah MW

Serah-serahan sangkar burung

d.    Seragaman waktu midodareni? Boleh aja, tapi pastikan kamu cari penjahit yang gak mahal-mahal, penjahit kecil juga bisa kok bikin baju kamu terlihat bagus. Kalau saya kemarin langsung dijahitkan oleh Eyang saya, jadi gratis deh. Maklum, cucu kesayangan gitu :D
Kompakan dengan mertua dan calon suami

e.    Jangan lupa melakukan ibadah sebelum pagi harinya kalian melakukan akad, supaya kedua keluarga siap lahir batin. Untuk ibadah itu sendiri, saya hanya menyiapkan teks ibadah yang diketik sendiri dan di perbanyak 30 kali bolak balik. Print sendiri kayaknya juga oke kok, gak makan waktu dan tenaga banyak juga.

Situasi rumah eyang

Teks ibadah hasil print sendiri

f.     Makan malam dengan gabungan 4 keluarga ternyata banyak juga loh. Waktu itu saya pinjam rumah Eyang untuk prosesi midodareni ini, sewaktu ibadah tidak terlalu keliatan kalau ramai, ternyata waktu makan malam baru deh ketauan kalau rumah jadi umpek-umpekan saking banyaknya yang wara-wiri ambil makan. Sebelum pesan catering jangan lupa mendata siapa saja yang hadir di malam midodareni, supaya makanan yang disediakan tidak kurang. Kalau saya sediakan 100 porsi dengan anggaran 14.000/porsi sudah termasuk sewa meja, taplak dan peralatan makan. Menunya :
-          Prasmanan midodareni   (1.400.000)
-          Nasi putih
-          Fuyunghai
-          Ayam saos kemangi
-          Daging Kalkun
-          Soon pedas bakso sosis
-          Kerupuk udang
-          Air mineral gelas

                  5.   Makeup, Gaun, Baju Keluarga

a.    Jangan gengsi untuk pakai MUA dari salon kecil, karena belom tentu hasilnya kampungan loh. Harga yang masuk akal adalah inti dari pencarian saya, karena sebagian  besar MUA yang seliweran di Instagram, mereka mematok harga 2.000.000 – 4.000.000 untuk makeup mempelai wanita saja. Tambahan untuk orang tua dan adik-adik juga dikisaran 300.000 – 500.000/ orang. Harga yang terlalu mahal untuk event sekali seumur hidup ini. Saya gak rela harus bayar mahal untuk itu, maka dari itu saya coba cari dan akhirnya saya mendapatkan MUA dari Bantul. Salon kecil yang ternyata sudah banyak berkarya untuk acara pernikahan. Tau saya dapat harga berapa?
-          Makeup MP + sewa gaun + HairDo + Makeup 2 ortu & 3 adik   (1.380.000)
-          Tambahan makeup 2 orang   (    160.000)
-          Bouquet bunga + hiasan bunga di mobil pengantin   (    260.000)

Detail gaun

Bunga di mobil pengantin, gaun putih yang sederhana dan tidak banyak payet

Makeup, mahkota dan tile

Bouquet bunga dan pengantin cantik ☺

b.    Baju MP semuanya beli, sederhana namun keren untuk seseorang yang jarang berpakaian rapi. Murah aja kok. Gak percaya?
-          Kemeja putih beli di Matahari   (    152.000)
-          Celana cokelat merk Details diskon 70%   (      75.000)
-          Suspender beli di Toko Jolie karena online lebih mahal   (      45.000)
-          Sepatu cokelat pakai yang ada dan masih bagus
-          Dasi kupu-kupu dari kayu dibuat sendiri di rumah
-          Ikat pinggang beli di toko kecil barang import   (      50.000)
-          Baju MW sewaktu di tempat resepsi beli di Centro   (    325.000) 

Dasi kupu-kupu yang terbuat dari kayu, karya suami saya. Mau pesen? Bolehhhh :D

Penampakan pengantin yang sedang gugup

Mempelai wanita ganti pakaian karena acara outdoor
 
c.     Seragam untuk keluarga kami gak belikan, bukannya gak mau, tapi kami yakin kalau keluarga besar kami mandiri, gak usah seragam-seragaman yang penting warna sama. Untuk Papa, Bapak dan adik ipar kami belikan kemeja merah dan dasi hitam.
-          Kemeja merah beli di Matahari beli 2 gratis 1   (    304.000)
-          3 dasi hitam beli di toko import   (      75.000)
-          Jas abu-abu Papa dan Bapak emang udah kompakan
Nah kalau untuk Mama, Ibu dan adik-adik perempuan serta keluarga besar lain memang sengaja beli sendiri dan kompakan warna merah. Tapi ada juga yang gak  kompakan, itu dicuekin aja, gak usah baper gara-gara ada yang gak mau kompakan baju.

Yang penting merah walaupun kurang kompak warnanya

Keluarga suami

Keluarga saya


                  6.      Mobil Pengantin
         

Kalau mampu dan gak mau malu-maluin, bolehlah sewa mobil yang bagusan dikit, tapi kalau           mau    konsep yang berbeda, boleh loh kita samaan mobil mantennya. Kebetulan suami saya              suka mobil Jeep, tadinya malah mau naik motor Pitung, tapi karena bulan Oktober adalah musim hujan, jadi kita coba cari mobil Jeep untuk berkendara. Udah ditawarin mobil Alphard sama om, tapi kita tetep akan kembali ke konsep awal, yaitu adalah konsep ‘Pengantin Kuat’, jadilah mobil Jeep yang harusnya pinjem aja boleh, tapi berhubung lewat pihak kedua, jadi kena biaya sewa. Kami menyewa mobil Jeep dari teman mama yang tinggal di daerah Sayidan, Yogyakarta.
-          Sewa Jeep 300.000/hari (hari pemakaian)   (    300.000)
-          Bensin   (   200.000)


Bagian dalam mobil. Oh iya mobil ini suami saya langsung yang mengendarai loh

Si gagah! Berani senggol, situ yang penyok!


Trobosssss
                  7.      Gereja
a.  Kebetulan saya Katolik, jadi pemberkatan dilakukan di Gereja St.Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Kirain udah ngurus dokumen di gereja beres aja gitu, ternyata masih harus bayar ini itu  dan beli itu ini loh.
-          Cetak buku misa (100 buku)   (    200.000)
-          Ongkos orang catatan sipil (mungkin dia naik pesawat)   (    300.000)
-          Sumbangan gereja   (   100.000)
(padahal kita udah bayar pendaftaran 300.000)                                                
-          3 orang sekertariatan gereja minta uang jajan   (   150.000)
-          Ucapan terimakasih untuk putra putri altar   (   100.000)
-          Ucapan terimakasih untuk prodiakon   (   100.000)
-          Stipedium romo   (   500.000)
-          Bunga di gereja   (   400.000)
Cover teks misa dan denah lokasi resepsi di cover bagian belakang

Bapak dari catatan sipil yang ongkosnya untuk naik pesawat

Ini bunga yang bikin mahal, mawar putih dan lily yang kuncup

Bunga persembahan untuk Bunda Maria

Bunga-bunga di samping altar

Bunga di lorong gereja yang mempercantik ruangan
Gak hanya itu, bunga di gereja juga ternyata harus nambahin. Supaya terlihat bagus katanya sih. Tapi saya ada tips supaya bunga di gereja bisa banyak tanpa harus bayar mahal. Cari calon pengantin di tanggal sebelum/ sesudah pernikahan kamu, tanyain mereka mau konsep gimana untuk di gereja, baru deh ajak patungan. Saya dan suami hanya nambahin 400.000, dan calon manten di tanggal sebelum saya nambah 1.000.000 , lumayan kan dapet harga murah tapi mewah.

b.      Carilah paduan suara yang gak hanya bagus tapi juga murah dan komplit. Kenapa komplit? Karena bakal romantis kalau ada suara biola, flut dan piano waktu nikahan kamu dong? Saya pakai Gandroeng Choir untuk mengisi suara di gereja, lengkap dengan organ, biola dan kita bisa request lagu apa aja yang mau kita dengar.
-          Choir, organ, biola, flut   (1.400.000)
-          Makan siang anggota choir 20 orang   (   280.000)

Persiapan Gandroeng Choir
Gandroeng Choir

                  8.      Resepsi atau Tidak?

Bila ada rejeki yang lebih bolehlah diadakan resepsi besar-besaran. Tapi kalau biaya sedikit, masih bisa juga kok mengadakan jamuan makan siang bersama keluarga. Cukup undang teman terdekat dan keluarga besar yang satu jalur sama orang tuamu (kakek nenek dan adik kakak dari orang tuamu), jadilah resepsi yang dilakukan secara pribadi dan tertutup.
a.         Gedung atau Outdoor?
Yang harus diperhatikan adalah waktu pelaksanaannya. Biasanya gedung itu dibagi menjadi 3 waktu yang berbeda dan 3 harga yang berbeda. Semakin weekend dan semakin malam harganya juga akan semakin mahal, apalagi sewa gedung minimal adalah 3.000.000 untuk pemakaian 3-4 jam. Bila ingin menghemat biaya sewa gedung, usahakan menyewa sebuah villa atau homestay yang outdoor nya luas, karena biaya sewa villa bisa lebih murah dan waktunya tidak terbatas. Siapkan sekitar 1.000.000 – 2.000.000 untuk pemakaian 24 jam, dijamin akan lebih hemat dan konsep resepsinya bakal beda dari pernikahan lain. Karena kemarin waktu nikahan saya adalah musim hujan, jadi kami menyewa tenda dan kursi sebagai pelengkap.                                                                                                                
-          5 unit tenda   (2.000.000) 
-          200 kursi lipat @3.000   (    600.000) 
-     Sewa Villa 24 jam   (900.000)

Manten yang berkeliling

Untung pasang tenda, karena sore harinya langsung hujan badai

Begini kurang lebih kondisi bagian outdoor Villa

b.        Souvenir minimal harus bikin sih walaupun sederhana, kemarin saya hanya bikin  kipas kecil dari kertas poster dan stick ice cream, serta diberi pemanis pita biru.
-          Cetak  kipas di A3 (bisa jadi 16 bagian), 4.500/A3   (      58.500)
-          Stick ice cream (1 pak dapet banyak banget)   (      15.000)
-          Pita biru 1 roll   (        8.000)
-          Isi lem tembak 1.100/biji   (      11.000)

Souvenir minimalis

c.    Karena lokasi resepsi dominan adalah outdoor, jadi dekorasi juga harus menyesuaikan. Kebetulan low budget pula, muter otak supaya area outdoor keliatan rame tapi gak usah pake sewa apalagi beli barang yang mahal-mahal. Belom lagi kita gak pake WO, apa-apa harus urusin sendiri. Tapi Puji Tuhan dibantu teman-teman dari Jogja Freediving Unit, mereka yang urus masalah dekorasi, dari hari Sabtu sampai Minggu pagi mereka sudah siap sedia di villa. Jadi ini nih kira-kira kelengkapan dekorasinya :
Area 1
-          Gebyok utuh (dipinjemin salah satu kawan yang sangat baik hati)
-          Bunga krisan kuning, putih, daun hijau   (    200.000)
-          Gabus hijau untuk bunga hidup, 10.000/biji   (      30.000)
-          Rafia, paku, kawat mereka yang beli sendiri :p

Biang kerok kenapa dekorasi kami bisa heboh banget. Jogja Frakarya Unit

Area 1 spot narsis

                        Area 2
-          Gebyok yang pintu tengahnya bisa dibuka (ini juga dipinjemin)
-          Bunga krisan kuning dan putih   (    30.000)      
-          Kedebong pisang yang entah mereka dapat dimana
-          Bangau putih yang sengaja dibuat dan dironce oleh mereka sendiri
-          Bangku biru boleh ngambil di sekitaran villa


Area paling romantis (sebelum hujan menghadang)

Manis banget kan dekorasinya?

                        Area 3 (ini area kesukaan suami)
-          MMT nuansa laut dengan ukuran 5x2,5 m   (300.000)    
-          Peralatan selam dari fin, masker, speargun adalah milik anak-anak JFU

Anak laut. Dominan gosong, terimakasih JFU

                       
















                        Area 4 (kesukaan anak-anak kecil)

-    Tenda dan hemok sumbangan dari teman-teman JFU adalah area paling disukai anak-anak kecil, karena disini mereka bisa berayun santai diatas hemok dan main petak umpet didalam tenda. Seru ya :D


Kan bener ada yang lagi main ayunan di pohon


















d.   Walaupun tanpa foto prewedding yang terpasang disana, musik pengiring dari biduan dan organ tunggal, acara masih tetap ramai dan banyak keluarga yang semangat untuk bertemu keluarga satu sama lain. Dan yang membuat unik adalah tidak ada pelaminan di pernikahan saya dan suami saya, semuanya murni kami yang ngider dan menjemput bola haha… Emang di depan gak ada kotak untuk sumbangan juga sih, jadi angpao dan kado selalu aja memenuhi tangan kami. Oh iya, sound system yang digunakan alah milik pribadi, kebetulan papa koleksi alat karaoke dan segala macam atributnya. Jadilah karaoke rame-rame.

e.   Masalah catering , ini kadang yang bikin anggaran besar. Karena keluarga saya adalah langganan di catering ini, jadi kita dapat beberapa porsi besar walaupun harga tidak diskon, karena menurut mereka lebih baik porsi diperbanyak daripada harga dikurangi. Jadi, ini nih menu sederhana di pernikahan unik kami :

-          Menu prasmanan 300 porsi @19.000   (5.700.000)
-          Nasi putih
-          Sup sosis ayam jamur
-          Sambel goring kombinasi
-          Bestik komplit
-          Ayam saos mentega
-          Krupuk udang
-          Buah iris
-          Tehmanis + air putih + softdrink + es cocktail
-          Gubug siomay 300 porsi @6.000   (1.800.000)
-          Gubug empal gentong 300 porsi @7.500   (2.250.000)
-          Gubug es dawet 200 porsi @3.000   (    600.000)
-          Sewa meja dan dekorasi buffe & gubug   (    300.000)
-          Transport buffe 300 porsi @1.500   (    450.000)
-          Transport menu gubug   (    500.000)

                  9.      Transportasi dan Penginapan
Punya keluarga besar yang mandiri adalah keuntungan bagi kami, kenapa? Karena mereka lebih memilih cari penginapan dan sewa mobil sendiri. Bahkan yang tinggal di Yogya malah memilih naik kendaraan pribadi seperti mobil dan motornya masing-masing. Memang biasanya yang punya acara harusnya memberikan fasilitas sih, tapi inget, dari awal kamu harus kasih info ke keluarga kalau kamu hanya punya budget berapa dan jangan segan minta bantuan keluarga kamu. 



Udah deh, kalo dihitung sih gak sampe 25.000.000, dengan undangan kurang lebih 250 orang, dan angpao yang didapat kurang lebih diatas 20.000.000 loh! Balik modal? Bukan masalah itunya, yang terpenting adalah tidak ada hutang berjuta-juta dan saya bisa bantu orang tua saya untuk membayar kuliah dan sekolah adik-adik saya serta memberikan ¼ dari angpao saya kepada orang tua saya. Hanya ini bakti yang bisa berikan untuk orang tua saya, pernikahan yang tidak membebani, tidak meninggalkan luka serta menuai banyak pujian dari keluarga besar.

Sekali lagi, ini pernikahan versi saya dan suami, versi ini sudah terjadi dan kami bahagia karena walaupun angpao yang kami tabung sudah dpakai untuk macem-macem (boros maksudnya), minimal tiap bulan kami tidak membayar hutang apapun, kecuali hutang cinta dan hutang kasih sayang kepada orang tua kami. Untuk teman-teman yang lebih mampu melangsungan pernikahan dengan biaya besar, itu akan lebih bagus. Tapi inget, hidup setelah menikah memang tidak semahal resepsimu, tapi menjalani hidup hari demi hari juga butuh biaya besar.

Selamat membaca, dan saya bangga bisa menikah dengan uang sedikit. Haha… (LP)


Vendor yang digunakan :
1. Catering by Livia Catering (0274 - 377722)
2. MUA by Vita Salon (082137940934)
3. Jeep by Violet Catering (Sayidan, Yogyakarta)
4. Venue at Villa Green Apple Kaliurang (087745444467)
5. Choir by Gandroeng Choir (087839046730)
6. Bouquet by Vita Salon (082137940934)