mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Thursday, October 16, 2014

(Pengen) Jadi Mulan

Tau kisah Mulan? Bukan Mulan ceweknya Ahmad Dhani, Mulan dari Disney itu loh… Dimana Mulan saat itu menggantikan ayahnya untuk pergi wajib militer, karna setiap keluarga diwajibkan mengirimkan satu pria dan ayah Mulan walaupun adalah veteran, namun umurnya sudah lanjut dan dirasa tidak mungkin untuk ikut berperang, akhirnya Mulan menyamar menjadi seorang pria dan pergi menggantikan ayahnya.

Aku suka karakter Mulan, dia adalah wanita yang kuat dan tegas, siapa yang tidak ingin menjadi sepertinya, apalagi dalam kondisi perekonomian keluarga yang gak tentu serta mulai gak fokusnya dalam kuliah seperti ini, ketegasan harus diberlakukan di sini, kalau bisa sejak dini, agar tidak semakin sia-sia jalan yang diambil. Tegas aja gak perlu, karna tegas adalah pikiran serta prinsip, bagaimana dengan kuat? Kuat dalam segi apa? Kuat tenaga atau pikiran atah bahkan kuat mental? Mental kuharap perlu bagi sebagian besar para wanita yang diberikan kepercayaan untuk menjunjung tinggi nama keluarga, melindungi keluarga dari omongan orang sekitar yang berusaha menurunkan kualitas bahkan kepercayaan diri dari orang tua bahkan anak-anaknya. Anak pertama wajib hukumnya menjadi wakil keluarga, menjadi wali adik-adiknya bila orang tua kelak tidak ada, menjadi patokan bagi adik-adiknya dalam melakukan kualitas hidup yang baik, menjadi tameng yang kuat untuk menghalau kata-kata tidak menyenangkan dan sangat mengganggu pikiran keluarga, diberitahu atau atau tidak, pasti tugas tersebut akan secara otomatis dilakukan.

Aku bangga pada seseorang yang berkecukupan serta gak pelit, padahal orang ini juga membutuhkan bantuan, tapi dia rela mengulurkan tangannya terlebih dulu sebelum ada orang lain yang mengulurkan tangannya untuknya. Bukan gengsi, tapi orang ini merasa masih mampu berdiri sendiri walaupun terdapat beberapa punggung-punggung dan tangan-tangan yang menyokongnya dari belakang. Pundaknya tidak begitu lebar untuk menanggung beban, telapak tangannya tidak begitu besar untuk memberi, kakinya tidak begitu kuat untuk berjalan jauh menemani orang lain yang berjalan minta pertolongannya. Semua bantuan ditengah keterbatasannya itu merupakan hiburan baginya, walau dia tau balasan yang didapatkan hanya dari Yang Maha Esa, bukan dari yang maha meminta.

Mulan peduli pada ayahnya dengan cara yang konyol, dan memang, cinta anak perempuan kepada ayahnya tidak bisa diprediksi, situasi-situasi yang membuat seorang ayah akan jatuh, disitulah anak perempuan, sulung akan menopangnya dengan punggung yang tidak terlalu besar untuk menopang masalah ayahnya. (LP)


(Pengen) Jadi Penyanyi

Gara-gara liat adekku (Ola), jadi kepengen punya soundcloud terus nyanyi yang bagus terus kalo beruntung ya jadi penyanyi gitu. Suara sih kalo udah masuk dapur rekaman dan dipoles dikit ya jadi apik, makanya aku nekat ngajak 'Master of SoundCloud' dari kampusku yang bernama Prima, dia adalah adek kelasku di kampus, dan berhubung ini anak baik banget mau duet bareng penyanyi ecek-ecek yang suaranya sumbang kayak pohon mau tumbang terus jatuh ke kali ngambang-ngambang, yaudah kita lakukan recording di kamarku yang waktu itu maish numpang tinggal sama eyang puteri.

Saking bingungnya mau nyanyi apaan, akhirnya kita cari yang enak didenger dan dilafalkan, karna kita sok-sokan mau nyanyi lagu bahasa inggris, dan akhirnya lagu tersebut jatuh pada lagunya kakakku, Taylor Swift, yang judulnya Need You Now. Apik loh (lagunya), makanya mau aku nyanyikan versi kami dengan suara ala-ala anak Jogja yang suka medhok kalo mengucapkan kata dalam bahasa inggris. Recording pertama kalau gak salah waktu pemilu 2014 kemaren, dan recording itu gagal karna si Prima gak nyimpen hasilnya. Prettt sekali lahh... padahal bagus itu hasilnya, sumpah... suaraku banyak tersamarkan hha... dan kita rencana recording ke dua sampai akhirnya jadi dan terdengar 'not bad lah' kata orang sekitar. Puji Tuhan, aku siap menjadi penyanyi (SoundCloud).
(LP)


Wednesday, October 15, 2014

Aku dan Khayalan 2 Tahunku

Terakhir aku bersuara di blog ini adalah di tahun 2011, sekarang sudah tahun berapa?? Untung gak jamuran ini blog yah, atau paling tidak si betis seksi ini gak mendadak jadi tambah besar. Puji Tuhan aku sudah menyelesaikan study D3 ku selama 2,5 tahun di Akademi Akuntansi yang memiliki banyak arti dan banyak keinginan ku slalu muncul dari sini.

Awal 2012 di bulan Januari, pendidikan menwa yang sifatnya wajib ini mempertemukanku dengan seseorang yang aku yakini akan menjadi milikku di kemudian hari. Saat itu pria yang merupakan pacar dari salah satu seniorku menyempatkan  diri menolong dan member instruksi padaku saat aku kedinginan hebat di salah satu tempat perkemahan daerah Babarsari, Yogyakarta. Aku tidak lihat wajahnya karna saat itu sudah malam, gelap dan aku tidak ingin tau ada siapa saja di sekitarku. Sebagai junior yang baik, aku mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh pria ini, aku mendengar perintahnya dan dengan baik-baik aku mengingat caranya berbicara, caranya menghela nafas, caranya menjeda setiap kata hingga terdengar meyakinkan dan disegani oleh orang lain yang mendengar. Aku ingat suara itu, sampai hari ini, sampai kapanpun.

“Hei camen, kamu pakai Rosario juga? Kita samaan dong.”kata seorang senior di pos penyebrangan caraka siang waktu itu. Bentar, aku mencoba mengingat sesuatu, suaranya, caranya menjeda setiap kata sehingga terdengar tegas, aku ingat, dia yang menolongku semalam, dan aku belum tau siapa namanya. Di pos penyebrangan pria itu hanya terus mengejekku yang tidak bisa melakukan penyebrangan basah (menyebrangi sungai dengan seutas tali), dan sempat untuk mengambil fotoku saat itu. Dan sampai akhirya aku tau, nama pria yang menolongku itu adalah Abri.

Pulang pendidikan langsung beralih profesi jadi tukang kepo, semua senior yang aku kenal mulai aku kepo dengan beberapa pertanyaan mengenai Pak Abri ini, makin kagum padanya, makin sering berkhayal tentangnya, makin putus asa karna Pak Abri sudah 6 tahun pacaran dengan seniorku saat itu. Ahh…mati sudah, lupakan, kepo ku gak lebih dari 1 minggu, minimal aku sudah dapat pin bbm nya Pak Abri.

2012 ke 2014?
Masih memikirkan Pak Abri? Pasti…
Masih kepoin Pak Abri? Jelas…
Masih punya khayalan yang tinggi tentang dia? Aku berharap demikian…
Terus ngapain aja 2 tahun ini? Tenang, aku emang rada ngenes tentang masalah cinta-cintaan, tapi aku sering ngerasain di PHP cowok, yahh minimal bisa ngerasain gimana rasanya di sayang, di elus rambutnya, digandeng tangannya, bbm tiap malem, minimal aku sering ngerasain itu. Tapi tetep aja itu semua semu, boongan, penipuan, bikin sakit hati, maunya tuh yang beneran, mana??? Mungkin Tuhan bosan dengar doaku mengenai pria-pria hidung belang yang sering aku curhatkan, atau mungkin juga Tuhan kasihan padaku yang sering dipermainkan, makanya pada saat yang tepat ternyata Tuhan mempertemukanku dengan seseorang yang 2 tahun lalu sangat aku inginkan, Pak Abri… Ia dia, pacar seniorku yang ituu…iya yang ituuu… Kami dipertemukan kembali secara inten, secara sering, secara indah dan secara menakjubkan. Membahagiakan…

Waktu itu bulan April, ulang tahun satuanku, Pak Abri datang dan sebagai junior yang baik ya aku bertegur sapa serta mempertanyakan “Apa kabar pak? 2 tahun ini kemana aja?” Dan secara lugas dia pun bercerita tentang kepergiannya dari Jogja selama 2 tahun belakangan ini. Dia menjadi orang yang jauuh lebih hebat dibanding dulu, dia mampu berdiri di atas kakinya sendiri, aku makin kagum, aku mengaguminya sampai titik darah penghabisan. Bulan April berakhir dan kami tidak pernah bertemu lagi, sampai akhirnya di bulan Mei 2014, Pak Abri meminta pin bbm ku lalu kami mulai berkomunikasi, dari menjadi teman ngobrolnya yang selalu memberi nasihat, teman misa harian setiap senin pagi, sampai pada akhirnya menjadi teman makan bila dia sedang kelaparan dan butuh teman untuk menemaninya. Puji Tuhan, memang semua akan indah pada waktunya, semua itu ada waktunya kalau kita yakin dan percaya, seperti pelangi, ada namun susah ditebak apakah akan terlihat jelas atau tidak, sekalinya terlihat pasti membuat orang tersenyum senang, bangga dan pelangi itu memang ada dan indah. Aku percaya, kalau khayalan 2 tahun lalu itu akan berbuah manis, pendekatan gak usah lama-lama, kami akhirnya jadian dengan perbedaan umur yang jauh, 8 tahun. Tapi aku bahagia, dialah ‘My Brain Power’, kefokusanku bisa membawanya padaku. Kamu mau coba? (LP)