mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Thursday, January 15, 2015

Semua Pria Sama Saja, Tapi Ada Yang Membuat Beda...

Aku sangat menghargai sosok pria, siapapun itu, sebrengsek apapun dia, aku pasti menghargainya. Kenapa? Karna apapun kejadian masa lalunya, pasti seorang pria akan lebih berat menopang kondisi keluarganya, diluar kejadian nakalnya loh ya...
Sekarang gini, seorang pria sudah berkewajiban untuk bekerja, coba pikir, ada berapa banyak perusahaan yang harus menerima pria-pria ini bekerja? Harus berapa banyak wirausaha yang saling bersaing? Harus berapa banyak sosok ayah yang tidak dibanggakan anaknya karena gaji dan pekerjaannya yang tidak layak? Beberapa tipe ayah mungkin bisa bikin kita sebagai anaknya sadar betapa ia sungguh ingin bekerja demi keluarganya...

Ayah terima kerja apa saja, yang penting isteri dan anaknya bisa makan...

Ayah kerja keras untuk belajar agar mendapatkan pekerjaan yang layak...

Ayah kadang terlihat cupu bila sedang menuju ke kantornya, dan orang lain melihatnya dengan tatapn aneh...

Ayah mendapat omongan jelek dari orang lain gara-gara ayah pernah melakukan kesalahan...

Ayah modar-mandir demi mendapatkan orang yang mau membeli, dan ketika presentasi barangnya, aku lihat ayah sangat gugup, ayah belum biasa...

Ayah bukan anggota TNI atau Polisi atau PNS yang gajinya besar...

Ayah bergaji besar tapi ada saja orang-orang yang tidak suka dan menjahati ayah...

Ayah mencintai kita anak-anaknya dengan diam-diam...

Ayah ingin kita peluk dengan sayang...

Ayah ingin menghabiskan makan malam bersama kita walaupun hanya sebentar...

Ayah tidak ingin melihat kita susah...

Ayah dan Ibu, ayah paling memendam cinta kepada anaknya, sayangilah ayahmu melebihi siapapun, berilah semangat dan doa selalu untuknya, karena ayah akan rapuh tanpa kita, anak dan isterinya... I love you pa :) (LP)

Wednesday, January 14, 2015

Sebenrnya Aku Bisa Saja, Tapi,,,

Pertengahan 2014 lalu aku wisuda, dengan disambut hujan abu di Yogyakarta dan sekitarnya waktu itu. Setelah wisuda mau kemana? Banyak yang mempertanyakan itu, tapi aku sendiri belum punya gambaran akan kemana setelah ini? Sisa waktu 1 bulan sampai pendaftaran lanjut ke S1, masih ragu mau lanjut kuliah atau kerja, toh lulus 2,5 tahun tidak membuatku pede untuk daftar kerja, malu sama ipk, malu sama waktu yang singkat untuk kuliah, aku belum bisa apa-apa.

Belum ada pemaksaan dari kedua orang tua untuk bekerja, makanya aku lanjut kuliah, sampai akhirnya aku bertemu seseorang yang menyadarkanku untuk melangkah kemana. Baru selesai 1 semester di jenjang S1 alih jalur, semangat kuliahku sudah mulai letoy, dan akhirnya pertengahan di semester 2, aku memutuskan untuk berenti kuliah dan memulai berbisnis sate jamur dengan orang itu. Sebulan dua bulan setelah itu aku mulai sadar, aku gak akan hidup kalau hamya mengandalkan jualan yang hanya dipesan dan gak keliling, sementara teman-temanku sudah mulai tes kerja sana sini, daftar CPNS juga ada, aku hanya asik berpacaran, ya orang yang membuatku tau kemana akan melangkah adalah pacarku, bukan sekedar pacar, aku yakin dia adalah sahabat sampai akhir hayat di dalam hidupku. 

Orang tua sudah mulai rewel, mereka tetep ingin aku menjadi pekerja negara, entah itu CPNS, kerja di KPK, pokoknya kerja kantoran yang layak. Sebenernya aku bisa saja ikut berjuang bersama teman-teman yang lain untuk ikut tes seperti itu, tapi gak semua orang tau bahwa kadang materi yang kita perjuangkan akan berbanding terbalik dengan apa yang kita rasakan. Oke, dalam hal ini adalah menurutku, menurut apa yang aku rasakan, apa yang aku lihat dan apa yang aku peroleh.

1. Ikatan dinas bukan hal yang mudah, apalagi kalau mendadak ingin keluar

Pasti kena pinalti, itu yang ada dipikaranku, makanya kemaren sempet mikir untuk hal itu, yang namanya kerja untuk negara, kita harus bener-bener betah dan penuh dengan keloyalitas serta kebersihan.

2. Bagaimana kalau dikirim ke luar kota?

Jujur, aku sangat membenci bila harus dimutasikan keluar dari kota dimana aku tinggal sekarang, aku punya seseorang yang menungguku setiap hari dirumah, walaupun orang itu setuju aku ditempatkan diluar kota, pasti akan ada masalah didalamnya. Hidup penuh masalah itu bagus, kita akan belajar dari sana, dan keluar dari zona nyaman seperti itu ya bagus juga, agar kita bisa mandiri dan sukses menghadapi kesulitan diluar zona nyaman kita. Tapi 1, keluar dari zona nyaman gak selalu harus keluar dari lingkup tinggal kita, bertemu orang baru, masuk ruangan baru, menghadapi aktivitas baru, itu juga beberapa zona gak nyaman yang bisa kita hadapi. 

3. Bahagiaku bukan hanya uang, bahagiaku adalah kamu

Gak tau untuk yang lain, tapi aku pribadi sangat tidak suka kalau harus jauh berlama-lama dari seseorang yang aku cintai, entah itu keluarga, teman ataupun pacar. Bulan pertama memang akan terasa berat, tapi bulan berikutnya akan terasa ringan karena terbiasa. Semua itu motivasi dari diri, tapi aku pribadi, aku tetap mau. Aku hanya mau disini, bersama orang yang selalu membukakan mataku untuk melihat masa depan bukan hanya dari sudut pandang sukses dengan uang yang banyak, tapi juga sukses dalam perkembangan pribadi kita. 
Seperti ada yang kosong bila harus jauh dari orang kesayangan, aku salut kepada temen-temen yang bisa kerja diluar kota dan jauh dari keluarga, sangat salut... Aku bisa saja, tapi jujur, aku tidak mau mencoba, aku tidak bisa, karena aku tau didepan nanti akan menghadapi apa, aku menghindari terlalu maniak terhadap gaji dalam bekerja, karena bagiku bekerja adalah berkarya, yang nanti pelan-pelan karyaku tersebut bisa menghasilkan, entah itu sedikit atau banyak. 

Karena aku sudah menemukan seseorang yang akan membimbingku ke masa depan, aku gak akan lihat kiri kanan apalagi belakang, tapi masa lalu adalah kekuatan kita untuk terus melangkah. Aku tidak akan meninggalkan masa depanku walaupun hanya sesaat, karena aku sangat butuh dirinya, FCTAW. (LP)

Kapan Harus Memulai Menjadi Wanita Dewasa?

Tua itu pasti, tapi dewasa adalah proses, bukan pilihan, karna kadang kalau kita sudah memilih untuk dewasa tapi nyatanya apa yang kita perbuat atau kita pikirkan jauh dari kata dewasa. Makanya, dewasa itu tidak hanya pilihan, melainkan proses. Namanya juga proses, butuh waktu, butuh salah, dan butuh bimbingan. Proses bisa ditemui dimana saja dan kapan saja, lalu kapan kita harus tau mulai  atau tidaknya berproses itu?

1. Ketika orang tua sudah mulai berharap lebih kedapa kita

"Mbak, papa mama udah mulai tua, adik-adik kamu juga harus sekolah, penghasilan papa gak tentu karena papa udah gak kerja seperti biasa, cobalah kamu lebih berhemat lagi di kampus." Kalau buatku, kalimat tadi adalah proses awalku untuk berfikir akan menjadi seorang wanita dewasa, dimana orang tua secara tidak langsung menginginkan kita cepat menyelesaikan kuliah dan bisa bekerja. 

Pada awalnya pasti kita kesal, karena kita dianggap boros kalau di kampus, tapi apa yang dibicarakan orang tua kita itu adalah peringatan yang halus agar kita bisa menyelesaikan pendidikan kita tepat waktu, lalu kerja, menghasilkan uang sendiri pula. Aku yakin, orang tua kita tidak mengharapkan mereka dibalas jasa-jasanya oleh kita, mereka hanya ingin melihat kita bahagia melebihi mereka, dan mereka ingin melihat kita sebagai anaknya bisa mem
bantu saudara yang lain, itulah salah satu proses untuk menjadi dewasa, kita belajar dari apa yang dimaksud oleh orang tua kita.

2. Ketika kita dicintai oleh pasangan kita

Percaya gak percaya, tidak semua orang pacaran itu akan berubah menjadi yang lebih baik. Semua itu pengaruh dari pasangan kita, a
kan membawa kita ke kehidupan yang seperti apa? Pria itu mudah untuk diketahui tingkat kedewasaannya, karena dari caranya berbicara, caranya mengambil keputusan, caranya menilai orang lain yang belum pernah dikenal sebelumnya bisa sangat memperngaruhi sejauh mana kedewasaan pria tersebut. Dan seorang pria dewasa tidak sok-sokan menjadi dewasa, mereka akan menjadi apa adanya di depan pasangannya, dan menjadi teman bicara yang menyenangkan.

Lalu kapan kita sebagai wanita menjadi dewasa dan menyeimbangi pasangan kita yang juga dewasa? Kadang ada kalanya dewasa itu dibutuhkan, tapi ada kalanya juga bermanja-manjaan itu perlu, dewasa disini dibutuhkan tidak hanya dari sisi penampilan, tapi juga pola fikir kita sebagai sepasang kekasih. Makin pasangan kita memperlakukan kita dengan baik, dengan rasa cinta dan tidak berlebihan, makin kita tau mau dibawa kemana kita dengan hubungan ini. Saat kita yakin akan menghabiskan sisa waktu kita bersama pasangan kita, itulah dimana kita sudah siap menjadi wanita dewasa dengan segala macam proses di dalamnya.

3. Ketika kita sadar bahwa kita akan alami kesulitan dimasa depan

Masa depan memang tidak mudah diprediksi, tapi alangkah baiknya bila dapat diantisipasi sedini mungkin. Kita akan menikah dan punya anak, pada saat itu lah dibutuhkan kedewasaan kita dalam bersikap dan berfikir, kalau tidak mulai dari sekarang kapan lagi? Tidak lucu kalau rumah kita hancur hanya karena kita masih belajar untuk menjadi wanita dewasa sementara Tuhan memberikan banyak waktu yang bisa dipakai untuk berproses menjadi wanita yang lebih baik lagi. 

Oke...itu beberapa kunci untuk memulai berproses menjadi seorang wanita dewasa. Jadi, kapan mau berproses? (LP)

Tuesday, January 13, 2015

Semua Orang Pantas Untuk Bahagia

Hanya sedikit orang yang mau benar-benar ikhlas bahagia diatas kebahagiaan orang lain, biasanya sih bahagia diatas kesedihan orang lain, jadi kamu yang mana?
Kalo kita susah untuk minimal tersenyum dengan kebahagiaan orang lain, berarti butuh treatment khusus supaya bisa belajar menerima kelebihan orang lain walaupun sebenarnya kita juga kurang, makanya disini kita harus membuktikan walaupun kita 'kurang', kita mampu menyeimbangi mereka yang 'lebih'.

1. Jangan minder karena kita 'kurang'

Kadang kekurangan yang kita miliki malah bisa membunuh karakter kita perlahan-lahan jika kita tidak bisa menerima dan mengatasi kekurangan tersebut. Kurang kaya? Atau kurang cantik? Kurang Pintar? Tuhan menciptakan manusia memang berbeda dalam masalah keberuntungan dan rezekinya, tapi 1, Tuhan menganugrahkan kita kebahagiaan yang sama, kebahagiaan yang satu didalam Dia. Kita merasa kurang kaya? Tapi tiap bulan masih bisa bayar kost tepat waktu, masih bisa beli motor walaupun kredit, masih bisa menikmati internetan walaupun pakai wifi di cafe? Mana kurangnya? Merasa kurang dibanding teman lain? Teman lain bisa ngekost di tempat mahal? Atau dia bisa beli motor gak pake acara kredit? Paket internet selalu penuh jadi gak usah pake wifi? Yakin kurang? Padahal 1 hari saja kita bisa makan lebih dari sekali, coba deh pikir lagi, coba deh lebih lihat sekitar, banyak yang masih bisa bersyukur ditengah kekurangannya, masa kita gak bisa?

2. Bersyukur itu kunci 'bahagia'

Beban pikiran, beban di hati adalah beberapa penyakit yang dibuat sendiri. Karena apa? Iri sama temen-temen lain yang lebih sukses dari kita, akhirnya kita misuh lantaran kecewa, atau bahkan marah kepada Tuhan? Udah beban di hati, beban di dosa juga loh itu. Coba memulai dari hal yang paling bertolak belakang, bersyukur... Bersyukur atas apa yang kita nikmati hari ini, walaupun itu hanya sekedar udara dan matahari yang menyilaukan mata. Kalau semua bisa mudah kita syukuri, beban hati akan menjadi ringan, dan tanpa disuruh bahagia pasti hidup kita jauh lebih bahagia.

3. Tarik nafas, tahan, hembuskan dan 'senyum'

Ah...kecewa gara-gara temen kita keterima kerja tapi kita belom, terus kita langsung ngejauhin dia? Lah kenapa harus gitu? Terus kapan mau ngerasain bahagia kalau dikit-dikit ngejauhin temen yang berhasil, dikit-dikit gerundel, dikit-dikit begini begitu. Oh apa karena gengsi? Ya emang sih, malu lah kalo dia keterima kerja tapi kita nggak, tapi berbesar hatilah, ucapkan selamat kepada temen kita itu. Susah? Coba deh tarik nafas, taham, hembuskan sambil senyum dan bilang "Selamat yah, aku ikut seneng."

Jadi gitu deh caraku untuk bisa bahagia, yaitu mensyukuri tiap detik yang ada, mensyukuri apa sudah ada sekarang. Masih susah bersyukur? Apa harus 'jatuh' dulu baru kamu mau tobat dan bersyukur karena masih diberi hidup yang layak? (LP)