Terakhir aku bersuara di blog ini adalah di tahun
2011, sekarang sudah tahun berapa?? Untung gak jamuran ini blog yah, atau
paling tidak si betis seksi ini gak mendadak jadi tambah besar. Puji Tuhan aku
sudah menyelesaikan study D3 ku selama 2,5 tahun di Akademi Akuntansi yang
memiliki banyak arti dan banyak keinginan ku slalu muncul dari sini.
Awal 2012 di bulan Januari, pendidikan menwa yang
sifatnya wajib ini mempertemukanku dengan seseorang yang aku yakini akan
menjadi milikku di kemudian hari. Saat itu pria yang merupakan pacar dari salah
satu seniorku menyempatkan diri menolong dan member instruksi
padaku saat aku kedinginan hebat di salah satu tempat perkemahan daerah
Babarsari, Yogyakarta. Aku tidak lihat wajahnya karna saat itu sudah malam,
gelap dan aku tidak ingin tau ada siapa saja di sekitarku. Sebagai junior yang
baik, aku mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh pria ini, aku mendengar
perintahnya dan dengan baik-baik aku mengingat caranya berbicara, caranya
menghela nafas, caranya menjeda setiap kata hingga terdengar meyakinkan dan
disegani oleh orang lain yang mendengar. Aku ingat suara itu, sampai hari ini,
sampai kapanpun.
“Hei camen, kamu pakai Rosario juga? Kita samaan
dong.”kata seorang senior di pos penyebrangan caraka siang waktu itu. Bentar,
aku mencoba mengingat sesuatu, suaranya, caranya menjeda setiap kata sehingga
terdengar tegas, aku ingat, dia yang menolongku semalam, dan aku belum tau
siapa namanya. Di pos penyebrangan pria itu hanya terus mengejekku yang tidak
bisa melakukan penyebrangan basah (menyebrangi sungai dengan seutas tali), dan
sempat untuk mengambil fotoku saat itu. Dan sampai akhirya aku tau, nama pria
yang menolongku itu adalah Abri.
Pulang pendidikan langsung beralih profesi jadi
tukang kepo, semua senior yang aku kenal mulai aku kepo dengan beberapa
pertanyaan mengenai Pak Abri ini, makin kagum padanya, makin sering berkhayal
tentangnya, makin putus asa karna Pak Abri sudah 6 tahun pacaran dengan
seniorku saat itu. Ahh…mati sudah, lupakan, kepo ku gak lebih dari 1 minggu,
minimal aku sudah dapat pin bbm nya Pak Abri.
2012 ke 2014?
Masih memikirkan Pak Abri?
Pasti…
Masih kepoin Pak Abri?
Jelas…
Masih punya khayalan yang
tinggi tentang dia? Aku berharap demikian…
Terus ngapain aja 2 tahun ini? Tenang, aku emang
rada ngenes tentang masalah cinta-cintaan, tapi aku sering ngerasain di PHP
cowok, yahh minimal bisa ngerasain gimana rasanya di sayang, di elus rambutnya,
digandeng tangannya, bbm tiap malem, minimal aku sering ngerasain itu. Tapi tetep
aja itu semua semu, boongan, penipuan, bikin sakit hati, maunya tuh yang
beneran, mana??? Mungkin Tuhan bosan dengar doaku mengenai pria-pria hidung
belang yang sering aku curhatkan, atau mungkin juga Tuhan kasihan padaku yang
sering dipermainkan, makanya pada saat yang tepat ternyata Tuhan
mempertemukanku dengan seseorang yang 2 tahun lalu sangat aku inginkan, Pak
Abri… Ia dia, pacar seniorku yang ituu…iya yang ituuu… Kami dipertemukan
kembali secara inten, secara sering, secara indah dan secara menakjubkan. Membahagiakan…
Waktu itu bulan April, ulang tahun satuanku, Pak
Abri datang dan sebagai junior yang baik ya aku bertegur sapa serta
mempertanyakan “Apa kabar pak? 2 tahun ini kemana aja?” Dan secara lugas dia
pun bercerita tentang kepergiannya dari Jogja selama 2 tahun belakangan ini.
Dia menjadi orang yang jauuh lebih hebat dibanding dulu, dia mampu berdiri di
atas kakinya sendiri, aku makin kagum, aku mengaguminya sampai titik darah
penghabisan. Bulan April berakhir dan kami tidak pernah bertemu lagi, sampai
akhirnya di bulan Mei 2014, Pak Abri meminta pin bbm ku lalu kami mulai
berkomunikasi, dari menjadi teman ngobrolnya yang selalu memberi nasihat, teman
misa harian setiap senin pagi, sampai pada akhirnya menjadi teman makan bila
dia sedang kelaparan dan butuh teman untuk menemaninya. Puji Tuhan, memang
semua akan indah pada waktunya, semua itu ada waktunya kalau kita yakin dan
percaya, seperti pelangi, ada namun susah ditebak apakah akan terlihat jelas
atau tidak, sekalinya terlihat pasti membuat orang tersenyum senang, bangga dan
pelangi itu memang ada dan indah. Aku percaya, kalau khayalan 2 tahun lalu itu
akan berbuah manis, pendekatan gak usah lama-lama, kami akhirnya jadian dengan
perbedaan umur yang jauh, 8 tahun. Tapi aku bahagia, dialah ‘My Brain Power’,
kefokusanku bisa membawanya padaku. Kamu mau coba? (LP)
