mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Wednesday, October 15, 2014

Aku dan Khayalan 2 Tahunku

Terakhir aku bersuara di blog ini adalah di tahun 2011, sekarang sudah tahun berapa?? Untung gak jamuran ini blog yah, atau paling tidak si betis seksi ini gak mendadak jadi tambah besar. Puji Tuhan aku sudah menyelesaikan study D3 ku selama 2,5 tahun di Akademi Akuntansi yang memiliki banyak arti dan banyak keinginan ku slalu muncul dari sini.

Awal 2012 di bulan Januari, pendidikan menwa yang sifatnya wajib ini mempertemukanku dengan seseorang yang aku yakini akan menjadi milikku di kemudian hari. Saat itu pria yang merupakan pacar dari salah satu seniorku menyempatkan  diri menolong dan member instruksi padaku saat aku kedinginan hebat di salah satu tempat perkemahan daerah Babarsari, Yogyakarta. Aku tidak lihat wajahnya karna saat itu sudah malam, gelap dan aku tidak ingin tau ada siapa saja di sekitarku. Sebagai junior yang baik, aku mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh pria ini, aku mendengar perintahnya dan dengan baik-baik aku mengingat caranya berbicara, caranya menghela nafas, caranya menjeda setiap kata hingga terdengar meyakinkan dan disegani oleh orang lain yang mendengar. Aku ingat suara itu, sampai hari ini, sampai kapanpun.

“Hei camen, kamu pakai Rosario juga? Kita samaan dong.”kata seorang senior di pos penyebrangan caraka siang waktu itu. Bentar, aku mencoba mengingat sesuatu, suaranya, caranya menjeda setiap kata sehingga terdengar tegas, aku ingat, dia yang menolongku semalam, dan aku belum tau siapa namanya. Di pos penyebrangan pria itu hanya terus mengejekku yang tidak bisa melakukan penyebrangan basah (menyebrangi sungai dengan seutas tali), dan sempat untuk mengambil fotoku saat itu. Dan sampai akhirya aku tau, nama pria yang menolongku itu adalah Abri.

Pulang pendidikan langsung beralih profesi jadi tukang kepo, semua senior yang aku kenal mulai aku kepo dengan beberapa pertanyaan mengenai Pak Abri ini, makin kagum padanya, makin sering berkhayal tentangnya, makin putus asa karna Pak Abri sudah 6 tahun pacaran dengan seniorku saat itu. Ahh…mati sudah, lupakan, kepo ku gak lebih dari 1 minggu, minimal aku sudah dapat pin bbm nya Pak Abri.

2012 ke 2014?
Masih memikirkan Pak Abri? Pasti…
Masih kepoin Pak Abri? Jelas…
Masih punya khayalan yang tinggi tentang dia? Aku berharap demikian…
Terus ngapain aja 2 tahun ini? Tenang, aku emang rada ngenes tentang masalah cinta-cintaan, tapi aku sering ngerasain di PHP cowok, yahh minimal bisa ngerasain gimana rasanya di sayang, di elus rambutnya, digandeng tangannya, bbm tiap malem, minimal aku sering ngerasain itu. Tapi tetep aja itu semua semu, boongan, penipuan, bikin sakit hati, maunya tuh yang beneran, mana??? Mungkin Tuhan bosan dengar doaku mengenai pria-pria hidung belang yang sering aku curhatkan, atau mungkin juga Tuhan kasihan padaku yang sering dipermainkan, makanya pada saat yang tepat ternyata Tuhan mempertemukanku dengan seseorang yang 2 tahun lalu sangat aku inginkan, Pak Abri… Ia dia, pacar seniorku yang ituu…iya yang ituuu… Kami dipertemukan kembali secara inten, secara sering, secara indah dan secara menakjubkan. Membahagiakan…

Waktu itu bulan April, ulang tahun satuanku, Pak Abri datang dan sebagai junior yang baik ya aku bertegur sapa serta mempertanyakan “Apa kabar pak? 2 tahun ini kemana aja?” Dan secara lugas dia pun bercerita tentang kepergiannya dari Jogja selama 2 tahun belakangan ini. Dia menjadi orang yang jauuh lebih hebat dibanding dulu, dia mampu berdiri di atas kakinya sendiri, aku makin kagum, aku mengaguminya sampai titik darah penghabisan. Bulan April berakhir dan kami tidak pernah bertemu lagi, sampai akhirnya di bulan Mei 2014, Pak Abri meminta pin bbm ku lalu kami mulai berkomunikasi, dari menjadi teman ngobrolnya yang selalu memberi nasihat, teman misa harian setiap senin pagi, sampai pada akhirnya menjadi teman makan bila dia sedang kelaparan dan butuh teman untuk menemaninya. Puji Tuhan, memang semua akan indah pada waktunya, semua itu ada waktunya kalau kita yakin dan percaya, seperti pelangi, ada namun susah ditebak apakah akan terlihat jelas atau tidak, sekalinya terlihat pasti membuat orang tersenyum senang, bangga dan pelangi itu memang ada dan indah. Aku percaya, kalau khayalan 2 tahun lalu itu akan berbuah manis, pendekatan gak usah lama-lama, kami akhirnya jadian dengan perbedaan umur yang jauh, 8 tahun. Tapi aku bahagia, dialah ‘My Brain Power’, kefokusanku bisa membawanya padaku. Kamu mau coba? (LP)