Tau kisah
Mulan? Bukan Mulan ceweknya Ahmad Dhani, Mulan dari Disney itu loh… Dimana
Mulan saat itu menggantikan ayahnya untuk pergi wajib militer, karna setiap
keluarga diwajibkan mengirimkan satu pria dan ayah Mulan walaupun adalah
veteran, namun umurnya sudah lanjut dan dirasa tidak mungkin untuk ikut
berperang, akhirnya Mulan menyamar menjadi seorang pria dan pergi menggantikan
ayahnya.
Aku
suka karakter Mulan, dia adalah wanita yang kuat dan tegas, siapa yang tidak
ingin menjadi sepertinya, apalagi dalam kondisi perekonomian keluarga yang gak
tentu serta mulai gak fokusnya dalam kuliah seperti ini,
ketegasan harus diberlakukan di sini, kalau bisa sejak dini, agar tidak semakin
sia-sia jalan yang diambil. Tegas aja gak perlu, karna tegas adalah pikiran
serta prinsip, bagaimana dengan kuat? Kuat dalam segi apa? Kuat tenaga atau
pikiran atah bahkan kuat mental? Mental kuharap perlu bagi sebagian besar para
wanita yang diberikan kepercayaan untuk menjunjung tinggi nama keluarga, melindungi
keluarga dari omongan orang sekitar yang berusaha menurunkan kualitas bahkan
kepercayaan diri dari orang tua bahkan anak-anaknya. Anak pertama wajib
hukumnya menjadi wakil keluarga, menjadi wali adik-adiknya bila orang tua kelak
tidak ada, menjadi patokan bagi adik-adiknya dalam melakukan kualitas hidup
yang baik, menjadi tameng yang kuat untuk menghalau kata-kata tidak menyenangkan
dan sangat mengganggu pikiran keluarga, diberitahu atau atau tidak, pasti tugas
tersebut akan secara otomatis dilakukan.
Aku
bangga pada seseorang yang berkecukupan serta gak pelit, padahal orang ini juga
membutuhkan bantuan, tapi dia rela mengulurkan tangannya terlebih dulu sebelum
ada orang lain yang mengulurkan tangannya untuknya. Bukan gengsi, tapi orang
ini merasa masih mampu berdiri sendiri walaupun terdapat beberapa
punggung-punggung dan tangan-tangan yang menyokongnya dari belakang. Pundaknya tidak
begitu lebar untuk menanggung beban, telapak tangannya tidak begitu besar untuk
memberi, kakinya tidak begitu kuat untuk berjalan jauh menemani orang lain yang
berjalan minta pertolongannya. Semua bantuan ditengah keterbatasannya itu
merupakan hiburan baginya, walau dia tau balasan yang didapatkan hanya dari
Yang Maha Esa, bukan dari yang maha meminta.
Mulan
peduli pada ayahnya dengan cara yang konyol, dan memang, cinta anak perempuan
kepada ayahnya tidak bisa diprediksi, situasi-situasi yang membuat seorang ayah
akan jatuh, disitulah anak perempuan, sulung akan menopangnya dengan punggung
yang tidak terlalu besar untuk menopang masalah ayahnya. (LP)