mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Tuesday, January 13, 2015

Semua Orang Pantas Untuk Bahagia

Hanya sedikit orang yang mau benar-benar ikhlas bahagia diatas kebahagiaan orang lain, biasanya sih bahagia diatas kesedihan orang lain, jadi kamu yang mana?
Kalo kita susah untuk minimal tersenyum dengan kebahagiaan orang lain, berarti butuh treatment khusus supaya bisa belajar menerima kelebihan orang lain walaupun sebenarnya kita juga kurang, makanya disini kita harus membuktikan walaupun kita 'kurang', kita mampu menyeimbangi mereka yang 'lebih'.

1. Jangan minder karena kita 'kurang'

Kadang kekurangan yang kita miliki malah bisa membunuh karakter kita perlahan-lahan jika kita tidak bisa menerima dan mengatasi kekurangan tersebut. Kurang kaya? Atau kurang cantik? Kurang Pintar? Tuhan menciptakan manusia memang berbeda dalam masalah keberuntungan dan rezekinya, tapi 1, Tuhan menganugrahkan kita kebahagiaan yang sama, kebahagiaan yang satu didalam Dia. Kita merasa kurang kaya? Tapi tiap bulan masih bisa bayar kost tepat waktu, masih bisa beli motor walaupun kredit, masih bisa menikmati internetan walaupun pakai wifi di cafe? Mana kurangnya? Merasa kurang dibanding teman lain? Teman lain bisa ngekost di tempat mahal? Atau dia bisa beli motor gak pake acara kredit? Paket internet selalu penuh jadi gak usah pake wifi? Yakin kurang? Padahal 1 hari saja kita bisa makan lebih dari sekali, coba deh pikir lagi, coba deh lebih lihat sekitar, banyak yang masih bisa bersyukur ditengah kekurangannya, masa kita gak bisa?

2. Bersyukur itu kunci 'bahagia'

Beban pikiran, beban di hati adalah beberapa penyakit yang dibuat sendiri. Karena apa? Iri sama temen-temen lain yang lebih sukses dari kita, akhirnya kita misuh lantaran kecewa, atau bahkan marah kepada Tuhan? Udah beban di hati, beban di dosa juga loh itu. Coba memulai dari hal yang paling bertolak belakang, bersyukur... Bersyukur atas apa yang kita nikmati hari ini, walaupun itu hanya sekedar udara dan matahari yang menyilaukan mata. Kalau semua bisa mudah kita syukuri, beban hati akan menjadi ringan, dan tanpa disuruh bahagia pasti hidup kita jauh lebih bahagia.

3. Tarik nafas, tahan, hembuskan dan 'senyum'

Ah...kecewa gara-gara temen kita keterima kerja tapi kita belom, terus kita langsung ngejauhin dia? Lah kenapa harus gitu? Terus kapan mau ngerasain bahagia kalau dikit-dikit ngejauhin temen yang berhasil, dikit-dikit gerundel, dikit-dikit begini begitu. Oh apa karena gengsi? Ya emang sih, malu lah kalo dia keterima kerja tapi kita nggak, tapi berbesar hatilah, ucapkan selamat kepada temen kita itu. Susah? Coba deh tarik nafas, taham, hembuskan sambil senyum dan bilang "Selamat yah, aku ikut seneng."

Jadi gitu deh caraku untuk bisa bahagia, yaitu mensyukuri tiap detik yang ada, mensyukuri apa sudah ada sekarang. Masih susah bersyukur? Apa harus 'jatuh' dulu baru kamu mau tobat dan bersyukur karena masih diberi hidup yang layak? (LP)