mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Monday, February 13, 2017

(3) 9 Hari Berlayar : Nyi Roro Kidul dan Laut Jawa

Jauh sebelum memulai pelayaran, Gaei sudah menyinggung sedikit tentang laut jawa yang konon susah untuk dilewati karena gelombang yang besar dan juga bisa dibilang perbatasan dari pulau Kalimantan dan pulau Jawa, jadi bisa dibilang pertemuan dua arah laut yang berbeda, menimbulkan gelombang yang bertabrakan. Iya kayaknya sih gitu. Pertama kali yang terpikir dalam benak saya bila membicarakan laut jawa adalah 'kita akan lewat pantai wonosari', ternyata salah. Pantai wonosari di Yogyakarta ada di bawah dari pulau Jawa,sementara kita akan melewati atas dari pulau Jawa. Namun Gaei bilang, sudah berkali-kali MIR melewati laut jawa dan semua ada dibawah kendali alias air selalu tenang, cuaca mendukung dan tiap sore bisa menikmati sunset yang indah dari atas kapal. Dan kami percaya itu. 

Hari ketiga kami sudah memasuki laut jawa, antusias tidak bisa dibendung lagi, saya cengar cengir dari pagi saking bersemangatnya. Namun semua berubah saat Gaei memanggil Mas Abri, Gaei merasa ada sesuatu yang harus dibereskan. Gaei bilang kalau legenda ini sudah lama ada dan baru kali ini ia merasakan hal spiritualnya tentang legenda ini. Ya, Nyi Roro Kidul. Saya selalu dengar tentang itu sedari saya kecil, karena sahabat papa saya meninggal karena jadi tumbal Nyi Roro Kidul waktu sedang touring ke pantai selatan Jawa. Bagi saya, itu adalah cerita nyata dan benar-benar harus diyakinkan. Dan hari itu saya tersadar dan baru ingat tentang sosok wanita cantik yang selalu tertarik dengan semua yang berwarna hijau. Benar saja, Mas Abri disuruh jadi perantara MIR dengan pemimpin alam gaib di laut jawa. Tapi emang benar, dari pagi laut terasa begitu asing menurut Gaei dan Kapten, semua terasa berbeda saat terakhir mereka melewatinya. Dengan bulan yang tidak jauh berbeda, angin yang sama, mereka merasakan sensasi berbeda dari pelayaran sebelumnya. Force mencapai 4, dan hujan selalu turun. Di dalam kapal terasa sangat mencekam, semua perabot goyang sana kemari, hampir jatuh. Ini kali pertama laut jawa menunjukan keasliannya kepada MIR. Mungkin karena ada 2 orang Jawa disini jadi laut jawa mau menunjukan kehebatannya ya?
(photo by : caroline)
Dengan keadaan masih mabok parah, Mas Abri mencoba menjadi perantara antara MIR dan Nyi Roro Kidul. Bawa nanas, jeruk dan dupa, kira-kira itu hadiah yang bisa kami beri. Prosesi dimulai, entah berapa lama tapi kira-kira 10 menit berlangsung Mas Abri tetap berapadi kapal bagian depan dengan duduk bersila sambil berdoa. Saya dan yang lain hanya menunggu di belakang kemudi sambil bercanda tentang pakaian warna hijau yang bisa jadi petaka kalau dipakai di laut jawa. Saya kurang tau itu benar atau tidak, tapi yang penting saya sudah wanti-wanti mereka jangan pakai sesuatu warna hijau. Bener aja, barusan  dikasih tau ternyata celana pendek yang dipakai  si kapten adalah hijau mentereng kayak lampu lalu lintas di jalan. Buset, dia gak mau ganti. Saya ketawa aja. Tapi yang lain mukanya panik. Saya akhirnya ikutan panik. Buru-buru Mas Abri dipanggil untuk menyelesaikan ritual doanya. Supaya gak ada hal lain yang terjadi. Tapi, badai justru makin kencang, ditambah angin yang memporak porandakan layar, kapal goyang.