mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

mataku senang melihat hal baru, tapi hatiku hanya terpaku padamu...

Laman

Sekilas tentangku

My photo
Coral conservation... Please visit our web at biosopherefoundation.org and instagram @miratsea untuk mengtahui kegiatan terbaru dalam pelayaran dan kegiatan konservasi. Untuk selengkapnya bisa hubungi kami di +62 818 0431 4933 (Luisa)

Wednesday, December 21, 2016

Day 14 : Sebuah Pondasi

https://pixabay.com/en/sailboat-boat-sea-sail-ship-37725/

Bicara mengenai sebuah landasan, dimana titik terbawah haruslah selalu kuat dan tidak membuat yang lain timpang. Berdiri kokoh bukanlah hal yang mudah, karena untuk berdiri saja butuh banyak tenaga. Banyak orang. Saya bukan orang yang mudah di atur dari bawah, saya selalu memilih menunggu sampai landasan tadi kuat dan saya siap berdiri diatasnya. Tapi itu kan 'kalau saya', ternyata keinginan itu tidak bisa diterapkan disini. Saya sudah hampir dua minggu mengikuti suami untuk menjadi seorang crew kapal. Kapal pesiar yang tugas dan tujuannya jauh dari kata 'senang-senang belaka'. Sebuah kapal pesiar, kapal tinggal yang saya pikir akan mengubah hidup saya menjadi seorang penulis handal di tepi kapal sambil menikmati tenggelamnya matahari dan terik serta syahdunya angin laut. TETTTT itu semua hanya mimpi! Kapal itu sedang dry dock,  diangkat ke permukaan dan semua tetek bengeknya dikerjakan bersama. Iya bersama, 8 orang dengan komposisi 3 pria dan 5 wanita. Semuanya kompeten dalam masalah bor mengebor, gerinda meng-gerinda, pasang alat ini itu. Sementara saya? Bisa tahan bekerja dari jam 8 pagi sampai 7 malam saja sudah anugerah. Jangan tanya saya ngapain aja selama dua minggu itu. Pekerjaan saya gampang, tapi banyak, jelimet, lompat sana sini, pokoknya multi-talent lah. 

Eh iya, sebelumnya mau saya kasih tau nih, orang Indonesia di kapal hanya saya dan suami saya. Yak, Pak Jokowi harus tau itu karena salah satu tujuan kami jadi crew adalah demi membanggakan nama Indonesia di kancah perlautan dan konservasi dunia. Kapten dan crew lain adalah orang Amerika dan ada yang orang Inggris. Jelimet, saya bukan jagoannya bicara bahasa inggris, apalagi harus bekerja dengan instruksi berbahasa inggris. Rasanya mau mati. Sumpah beneran. 3 hari ikutan dry dock rasanya mau bunuh diri lompat dari kapal yang bawahnya tepat para pekerja sedang las beberapa besi besar. Tapi takut sakit. Hidup ini sudah terlalu sakit. Sini deh saya ceritain bagaimana hidup saya di Singapura sebagai seorang crew, bukan turis dari Indonesia yang heboh banget mau main ke Universal Studio (saya sebenernya juga mau sih).

Saya tiba di Changi pada hari Rabu, 7 Desember dan suami saya yang ganteng itu bukannya nunggu di tempat orang datang malah entah dimana sampai akhirnya kita cari-carian sampai 2 jam sendiri. Udahdeh yang itu gak usah dijelasin. Urusan rumah tangga memang pelik. 

07.00 Sarapan di area apartment dan kami selalu makan roti prata dan kari
07.20 Perjalanan menuju ASL Shipyard
08.00 Tiba di area dry dock lalu ganti kostum all cover ala-ala naruto (nggak juga sih) lalu mulai kerja
10.00 Istirahat bagian 1, kami menyebutnya snack time. Durasi paling lama break adalah 20 menit
11.40 (Ini khusus saya) Mempersiapkan makan siang untuk semua orang. Sandwich isi daging ham yang gak digoreng (tapi mereka suka) dan saya hanya makan roti dengan keju dan mayonise
12.00 Makan siang bersama dan istirahat sejenak (saya sejenak, mereka lama)
12.30 Cuci piring dan perabotan yang dipakai untuk persiapan makan siang (cuci piring dilakukan didalam kantor ASL yang letaknya sekitar 300 meter dari kapal kami.
13.00 Mulai kerja kembali
15.00 Istirahat bagian 3, waktunya minum 100plus (macam isotonik supaya badan kita tetep seger dan tahan banting)
17.00 Masih tetap dengan pekerjaan tapi biasanya jam genting seperti ini saya mulai ambil vacum dan bersiin debu dari kepala sampai buntut kapal.
18.00 Pulang lah kita
19.00 Makan malam di Chinesse food warteg gitu, sekali makan bisa sampai 5$

Ya bisa dibilang saya jadi tukang bebersih kalau di kapal selama dry dock ini. Cuci piring dan gelas, sapu lantai, lap debu di berbagai perkakas dan jadi tim hore kalau yang lain mulai lelah. Tapi selain bebersih, saya pernah mendapatkan beberapa pekerjaan yang menantang seperti : membersihkan ruangan mesin, membersihkan tempat penyimpanan perkakas, merekatkan bagian lubang dengan sela lubang dengan lem poksi yang super duper membuat kulit jari saya terkelupas semua, menutup semua bagian pinggir kapal dengan koran karena akan ada pengecatan masal di kapal, dan lain sebagainya sampai saya lupa. Saya rasanya mau pulang saja ke Indonesia. Tapi tujuan saya disini adalah untuk mendampingi suami saya, jadi bertahan sedikit lagi pasti semua akan berbuah manis. Intinya saya harus berkomitmen untuk terus disini, belajar banyak hal termaksud bahasan dan ilmu yang harus diterapkan setelah kami mendarat nanti. Karena individu yang berkomitmen tinggi dapat mengubah dunia. Hasekkkk (LP)



Tuesday, December 6, 2016

Beberapa Cowok Yang Harus Ditenggelamkan! (Menurut Pengalaman)

Heran, kok bisa ya saya nikah cepet? Padahal kalau ditarik lagi kisahnya dari jaman sekolah, naksir cowok melulu tapi gak ada satupun yang nyantol jadi pacar. Bahkan cowok-cowok yang nolakin saya sampai saat ini belum pada nikah juga. Tapi ngomong-ngomong, jaman sekolah adalah jaman dimana seneng banget kalau punya gebetan. Iya gak sih? Suka-sukaan dengan kakak kelas, malu-malu kucing kalau dia lewat, berlaga judes padahal cinta. Duh anak sekolahan jaman dulu emang gitu, maklum soalnya belum bisa stalking medsos lain selain Facebook dan Friendster, itupun kalau si gebetan gila update. Nah, kalau yang gak pernah umbar-umbar masalah pribadi atau sekedar umbar foto, matilah...kita cuma bisa liat si gebetan waktu di sekolah atau kampus. Nah, kalau udah kebanyakan gebetan tapi gak jadian gimana dong? Siapa dong yang kurang beres dalam masalah ini? Coba deh dirinci dulu, kira-kira pria macam ini harus ditenggelamkan atau harus diselamatkan ya?

we heart it : nastyakrosovochek
1. Dijadiin Taruhan

Entah, tapi mungkin terinspirasi dari film '30 Hari Mencari Cinta' makanya ada beberapa teman yang sengaja melakukan hal yang sama untuk mendapatkan pacar. Inget banget waktu itu saya masih masuk kelas 7 Sekolah Menengah Pertama. Bukan saya yang dijadiin target taruhan loh ya, tapi ada beberapa teman perempuan yang cantik-cantik akhirnya dijadikan target pencarian jodoh dalam 30 hari itu. Menjelang 30 hari cowok-cowok labil ini belum juga berhasil dapetin cinta (monyet)nya masing-masing, sampai akhirnya saya lupa dengan taruhan itu dan salah satu dari mereka ada yang nembak saya. Lah ya saya saking senengnya yaudah saya terima, tapi malah lupa kalau saya hanya dijadikan target taruhan. Anak SMP jaman dulu, jaman sekarang gimana? Pasti udah main jauh-jauh ke luar negeri sama pacar kali ya? Awas, jangan-jangan kamu cuma dijadiin target taruhan loh. Hiii serem...

2. Sayang-Sayang Tapi Jadian Sama Temen

Friendzone atau kakak adek zone yah kalau ini? Yang jelas kalau udah di sms atau di chatting ada kata 'sayang' langsung baper lah ya. Mungkin jaman dulu namanya bukan baper (bawa perasaan) tapi cenderung ke 'keyakinan kalau kalian pacaran', karena dekat dengan banyak lawan jenis adalah keuntungan sendiri pada waktu itu. Langsung dijadikan bahan gosip satu sekolahan bahkan gosip di kantor guru. Tapi disaat lagi bahagia-bahagianya dan tidak ada masalah apa-apa, ternyata dia pacaran sama orang lain. Sama teman sekelas saya sendiri. Ah payah! Mematahkan hati loh itu, dan sekarang baru tau kalau itu namanya adalah Pemberi Harapan Palsu alias PHP. Jaman dulu sih gak ada kepikiran kalau itu namanya 'harapan palsu', cuma tau kalau itu namanya 'dimainin cowok'.

3. Tarik Ulur, Menghilang Muncul, Menghilang Lagi

Deket sama kakak kelas adalah impian semua adik kelas dimanapaun itu. Apalagi yang mulai mendekati adalah si kakak kelas yang waktu itu terkenal manis dan baik hati, duh gak mungkin bisa nolak. Aseli, saya ngarep banget waktu didekati kakak kelas itu, tidak ada harapan palsu sejauh pendekatan. Dia rutin nelpon bahkan sms dan main ke rumah, belum lagi kalau jeda sekolah berlangsung, kita pasti ketemuan di gerbang sekolah hanya sekedar tegur sapa dan lempr senyum. Alay... Biarin! Itu masa-masa indah kok, masa-masa dimana sedihpun masih bisa senyum kalau kebayang dia. Tapi, kok mendadak dia hilang lama dan kemudian tanpa dosa kembali lagi mendekati. Wah ini, tarik ulur hatiku judulnya... Mau kelain hati belum bisa karena si cowok tarik ulur ini hilang dan datang terus, jadi kalau beneran dia kembali sementara saya sudah ada gebetan lain, saya menyesal juga. Kalau bisa sih semuanya saya gebet. Tapi apadaya saya masih awam tentang masalah percintaan anak beranjak muda.

4. Gengsi Mengakui Kalau Sedang Dekat

Jauh-jauh cari kakak kelas padahal sesama angkatan juga banyak kok yang bisa dijadiin gebetan. Asal kuat ngejar aja, karena biasanya si gebetan pasti banyak juga yang ngegebet dan pelakunya ya temen kamu juga. Tapi kalau kuat iman, siap digodain aja kalau lagi datang kekelasnya. Sebel digodain tapi senyum-senyum sampai pipi merah setelah keluar kelasnya? Itu mah biasa... Tapi gimana kalau si gebetan malah nolak mentah-mentah anggapan kalau kalian lagi dekat? Ih saya pernah... Seinget saya semalam masih sms dan sepulang sekolah selalu bertemu untuk ngobrol. Lah kok dia gak suka kalau digodain teman-teman lain? Parahnya lagi dia gak mengakui kalau sedang ada pendekatan khusus dengan saya. Astaga, saya seperti kriminal yang merebut suami orang namun dia gak merasa kalau selingkuh sama saya. Ini gak bisa dibiarin, tenggelamkan!

5. Ngambekan Kayak Cewek

Cewek ngambek itu hal biasa dan gak bisa dihilangkan. Lah kalau cowok yang ngambekan? Ngambeknya seperti apa sih? Hal kecil padahal loh. Chat lama bales dia ngambek, pulang sekolah gak ketemuan juga dia udah manyun, gak nyapa waktu berpapasan malah ditegur lewat sms, lagi ngobrol sama temen cowok aja dia langsung marah. Buset, itu cowok ngambekan banget ya? Padahal umurnya diatas saya loh, dan juga dia punya banyak teman cewek yang gak pernah buat saya cemburu karena wajar kalau teman ngobrol dengan teman lainnya. Wah, untung masih dalam masa pendekatan, nyesel juga dulu ngejar dan mempertahankan kedekatan ini, lebih baik cari lain yang lebih woless...

6. Udah Nikah

Kalau jaman SMA otomatis kita tau ya umur satu sama lain. Paling ya beda 1-2 tahun lah. Kalau kuliah? Yang seumuran papa saya juga ada, seumuran om saya apalagi, jadi jangan sembarangan deket sama cowok. Tapi kasus ini bener-bener saya belum tau kalau saya lagi dideketin pria yang sudah punya isteri. Mukanya terlihat bujangan tampan yang sedang cari pasangan kok, makanya saya gubris untuk mau didekati. Pulang pergi bersama ke kampus, makan siang bersama, jalan ke luar rumah, sempurna deh pokoknya. Tapi emang salah saya sih, hanya melihat tahun lahir tanpa tau status pernikahannya. Sampai suatu pagi saya liat ditasnya ada 2 buku nikah. Matenggg!! Dia udah nikah dan sedang proses perceraian. Bukan, ini bukan gara-gara saya loh ya. Kami baru dekat beberapa bulan, mereka emang udah berencana bercerai sebelum saya masuk kuliah, mungkin waktu saya SMA mereka udah berencana cerai. Daripada saya yang kena tuduh kan, mending ditinggal aja lah ya, mengamankan diri sendiri.

7. Ganjen

Ternyata bukan cuma cewek yang bisa ganjen sama semua cowok, cowokpun gitu. Kirain sih saya doang yang dideketin, ternyata gebetan ceweknya lebih dari saya. Dia panen gebetan kalau kata teman-temannya. Karena waktu itu saya pinter, jadi dia gebet saya supaya dia ada yang mengajari materi kuliah. Tapi kalau ujian udah lewat, dia pergi sama yang lain. Pas ujian datang, dia kembali datang dengan gayanya yang tidak merasa bersalah. Astaga, apa-apaan ini? Cowok ganjen begitu berani-beraninya mainin cewek pinter macam saya? Dan sukurin sampai sekarang dia belum wisuda. Hahaha...

8. Disuruh Apa Aja Mau

Awalnya cuma pengen kode-kodein pengen ini itu di status blackberry, lah kok beneran dibeliin. Coba lagi, ngetes aja bakal dibeliin lagi atau nggak. Eh dibeliin lagi. Coba yang susah, kodein kalau pengen cokelat yang sekotak isi 5 biji tapi harganya 100.000an, eh beneran dibeliin. Wah ini bahaya, tapi ada untungnya juga, tapi saya sih bukan tipe yang suka memanfaatkan keadaan. Final nya adalah saya bilang kalau saya pengen punya pacar orang yang berseragam Angkatan Laut, Darat atau Udara. Dan tau? Beneran dia sekarang sekolah pelayaran. Kan, bahaya... Kode dikit dilakuin. Robot apa gebetan sih?

9. Jadi Selingkuhan

Katanya kalau jadi selingkuhan pasti paling disayang dibanding pacarnya sendiri. Iya loh bener. Saya mah jalanin aja dulu, walaupun saya tau dia sudah punya pacar. Tapi dianya tetep ngotot untuk sayang dan dekat dengan saya, yaudah lah diikutin aja. Palingan yang rugi cuma rugi hati aja sih, suatu saat harus siap bila hubungan gelap ini diketahui pacar aselinya. Dan bener, 5 bulan bersama datanglah kabar buruk itu, dia minta udahan karena kasian pacarnya. Silahkan, saya sudah biasa ditinggalkan. Tapi yang menyebalkan, dia datang lagi dan terus menerus melakukan hal romantis di depan semua teman kami. Ahhh, kalau begini dia yang gak beres, selalu bikin baper sendiri.

10. Gak Berani Ketuk Pintu

Ini yang paling penting dalam masalah kejantanan. Mau ngajak jalan harus berani ketuk pintu rumah dong, bukan cuma sms atau telpon "aku udah didepan nih". Ahhh, kalau hal kecil seperti itu aja gak bisa dilakuin, gimana mau mengetuk hati calon mertua? Iya dong? Bener dong? Semua gebetan saya tidak ada yang melakukan itu kecuali suami saya. Inget banget waktu dulu pertama kali ngajak saya ke geraja, dia tekan bel rumah dan cium tangan ke mama dan eyang puteri saya. Ini patut di nikahin! Suer dah!

Sunday, December 4, 2016

Menerima, Menelan dan Menyimpan Rapat

Ketika barang diterima dan ditujukan memang untuk kita, maka yang perlu dilakukan adalah memeriksa apakah barang tersebut rusak atau tidak. Tapi bila terlanjur lama kita menyadari bahwa barang tersebut rusak, lalu mau menyalahkan siapa? Sama halnya dengan tentang kejadian yang sudah berlalu, kadang masih menimbulkan beberapa pertanyaan yang hinggal di kepala dan entah bagaimana mengungkapkannya. Mencari-cari alasan untuk apa yang telah terjadi? Cukup adilkah? Atau belum bisa move on dan terus mengira-ngira bila yang terjadi bukan itu tapi ini? Bolehkan? Jangan dendam tentang apa yang telah terjadi, apalagi sampai dendam kepada Tuha, waktu, orang lain bahkan diri sendiri. 

Saya banyak keliru dalam bertindak diumur yang sudah sangat matang padahal. Tapi saya coba berdamai dengan diri saya sendiri, jangan sampai saya dendam kepada otak dan nurani saya yang jelas-jelas selalu keliru. Beberapa kasus membuat saya tidak menyesali dan berupaya menjadikannya pelajaran kelak untuk diri saya dan juga orang sekitar saya.

Lanjut S1 dengan keyakinan akan dapat pekerjaan yang lebih baik bila saya bergelar Sarjana.
Faktanya : saya benci teori-teori yang diajarkan di jenjang S1, saya lebih nyaman dengan praktikum ala anak-anak Diploma 3. Akhirnya saya berhenti kulian disaat satu semester lagi menjelang wisuda.
Alasan yang mulai dicari : Oh, lebih baik saya kerja dengan ijazah D3, toh bekerja sebagai akunting juga tidak memerlukan gelar tinggi, SMA pun bisa.
Tapi disini yang saya korbankan adalah keuangan keluarga saya. Sudah dibela-belain dibayarin sekolah, saya malah mengundurkan diri. Kan, jadi salah siapa kalau seperti ini?

we heart it : smile_52
Resign kerja dalam waktu singkat (8 bulan) dengan keyakinan akan fokus menulis dan berkarya melalui video.
Faktanya : sedikitpun tidak ada yang terlaksana, saya lebih memilih banyak piknik, keluar kota dengan sisa gaji saya dan belanja beraneka ragam hal kesukaan saya sampai pada akhirnya uang saku saya habis dan kembali menjadi pengngguran.
Alasan yang mulai dicari : Oh, pekerjaan lama saya memang menyita waktu saya bersama keluarga dan pacar saya. Bayangkan saja, setiap hari Senin - Sabtu saya harus masuk kerja dari jam 9 - 17.00 kemudian pada jam 20.30 saya harus kembali ke kantor untuk menghitung omset dan meyimpan uang. Saya harus menuju 2 otlet yang berjauhan pada malam hari. Kerja rodi? Bukan, ini Romusha.
Bukan, ini bukan gara-gara Tuhan, murni ini emang salah otak saya. Otak saya kurang asupan ilmu memprediksi. Mungkin kalau saya melanjutkan kuliah S1 saya, insting memprediksi saya akan lebih tajam.

we heart it : shathaES
Menikah muda dan meinggalkan keluarga, menjadi keputusan blak-blakan saya selanjutnya.
Fakta : berbeda dari pemikiran saya yang "pasti jadi pasangan muda yang susah dan banting tulang banget karena penghasilan gak seberapa", tapi ternyata suami saya membuka peluang untuk saya terus berkarya. Walaupun saya berbeda bidang dengan suami saya, saya bisa melakukan hal yang saya suka setelah menikah dan lagi bisa berkeliling Indonesia bersama suami saya. Ini anugerah, tumben saya hoki.
Alasan yang mulai dicari : dulu saya belum bisa memberikan apa-apa kepada keluarga saya bahkan samapi saya berhenti bekerja. Mungkin dengan saya menikah diusia 23 tahun ini, perjalanan saya masih sangat panjang dan masih bisa berkarya lebih banyak walaupun harus jauh dari keluarga. Saya bersyukur akhirnya kali ini keputusan saya berbuah hasil yang tepat dan mujarab. 

Terlanjur menerima? Yasudah telan saja. Kalau rasanya tidak seenak bentuknya? Yuadah simpan saja, rapat-rapat dan diam-diam supaya tidak ada yang merasa bersalah ataupun disalahkan. Jangan dendam juga, toh udah ditelan sendiri kan? (LP)

Friday, December 2, 2016

LDR : Bukan Ajang Sedih-Sedihan


Pernah ngerasain namanya Long Distance Relationship? Itu loh pacaran jarak jauh, tapi jauhnya beneran jauh bukan beda gang rumah atau beda desa. Yang belum pernah, kalian beruntung! Tapi yang pernah bahkan sering, kalian luar biasa tangguh. Kenapa tangguh? Karena biasanya LDR itu selalu bisa menahan emosi saat mendengar lagu kenangan bersama pacar, melewati tempat biasanya kalian berduaan, dan selalu menghindari godaan yang ada di dekatnya. Kalian bisa menangis seharian penuh, tapi beruntung kalau kalian punya berbagai kegiatan, jadi rasa rindu bisa menipis walaupun sedikit.

Saya tergolong semi LDR, karena kami tidak sepenuhnya selalu LDR. Waktu pacaran, saya dan suami saya tinggal di kost yang berdekatan, jadi hampir setiap hari kami bisa makan siang dan makan malam bersama bahkan pulang pergi dari tempat kerja selalu bersama mas pacar. Tapi, ketika harus LDR, saya bingung lah, gimana rasanya itu LDR? Terus saya harus kemana kalau mas pacar pergi tugas? Biasanya kita berduaan terus kayak paketan burger sama kentang. Mana perginya jauh banget, selalu di Indonesia bagian Timur. Kadang nomer hp mas pacar sinyalnya ada, kadang sinyal ada tapi pulsa abis, mana kerjanya di pedalaman, LDR kami begitu ruwet kayak benang jahitan yang kusut. Memotivasi diri supaya lebih berguna walaupun mas pacar pergi adalah hal yang susah susah rumit, rasanya males gerak aja gitu. Tapi biasanya, saya selalu memulai kepergiannya dengan menangis selama mungkin. Kemudian mencoba beberapa trik otodidak berikut : 

      1.      Kualitas Waktu Sebelum LDR

Buatlah diri kamu dan pasanganmu benar-benar menikmati kualitas berduaan sebelum dia pergi untuk waktu yang lumayan lama (3 hari juga waktu yang lama loh). Kalian bisa makan di tempat favorit atau tempat yang sekiranya bisa untuk saling romantis-romantisan. Duduk berhadapan bisa membuat suasana makin syahdu juga kok, apalagi pakai acara saling pandang dan saling bilang ‘jaga diri ya selama aku pergi’. 

we heart it : _safwa
2.      Jangan Takut Untuk Antar Dia ke Bandara/ Stasiun/ Terminal

Hal terindah dari pasangan LDR adalah saat berada di bandara/ stasiun/ terminal. Saat mengantar, kamu harus yakin kalau kamu akan menjemputnya di tempat yang sama. Itu akan jadi kenangan terindah saat kalian sudah bertemu kembali. Kayak Rangga sama Cinta gitu loh, maskot LDR jaman 2000-an.


we heart it : mylifeasbenda
      3.      Kamu Harus Tegar

Untuk para wanita, saya tau kalau air mata pasti akan menetes walaupun sedikit dan walaupun keluarnya nanti-nanti setelah dia berangkat. Tapi ada kalanya susah menahan air mata waktu dia sudah memeluk kamu. Nah ini, kadang pelukannya membuat si air mata jadi tambah deres aja, gak bisa terkontrol, pasti deh. Tapi kamu harus bisa nahan emosi, jangan menangis berlebihan didepannya karena itu akan membuatnya merasa bersalah (ini berlaku untuk mereka yang beneran pacaran dan mencintai satu sama lain yah). Ciptakan kesan kalau kamu tegar untuk melepasnya pergi, sehingga dia akan tenang meninggalkan kamu sendiri.
 
we heart it : mylifeasbenda
      4.      “I love you”

Udah peluk, jangan lupa sampaikan kalau kamu mencintai dia. Cium tangan, cium pipi bahkan ciuman saja di tempat umum juga tidak masalah kok. Kalian sedang dilanda kuatir, karena jarak kalian berpisah raga, tapi tidak cinta. Kalian pasti akan kembali bersama.

we heart it : emilija_lazoroska_92
      5.      Jangan Egois

Komunikasi adalah salah satu penyebab pasangan LDR lepas rasa percayanya. Nggak dibales dikit sudah marah gak karuan, seharian belum dihubungi juga protesnya udah kayak pengguna provider internet yang kuotanya kesedot mendadak. Hei ingat, jangan melulu minta dihubungi. Tujuannya pergi jauh untuk apa? Untuk masa depan siapa? Bisa saja untuk bekerja dan demi masa depan kalian kan? Sudah dihubungi dalam sehari adalah lebih dari cukup. Jangan terlalu curiga, itu egois.
we heart it : ryan2_518hitode
      6.      Pasti Ada Waktu Luang

Sabar, waktu luang pasti ada walaupun hanya satu jam atau beberapa menit. Biarkan dia yang lebih dulu menghubungi. Kamu harus percaya kalau dia benar-benar tidak melakukan hal aneh saat jauh dari kamu. Jangan saling mengganggu hanya karena rebut masalah komunikasi. Jaman dulu, banyak tentara yang meninggalkan isterinya untuk berperang dan jarang bahkan tidak pernah menghubungi isterinya, pulang tugas udah punya anak aja. Hebat kan?

we heart it : amoonii_Qtr
      7.      Kirim Voice Note

Disela tugasnya yang menumpuk, coba kirimkan voice note ke dia. Selain senyumnya akan mengembang lebar, rasa rindunya pasti akan jauh lebih menggebu dan berusaha untuk secepatnya menghubungimu. Gak percaya? Coba deh…

we heart it : abkrq
      8.      Jadi Tidak Napsu Makan

Biasanya makan berdua, keluar malam mencari tempat nongkrong, jajan ini itu bikin berat badan naik, tapi waktu LDR napsu makan jadi berkurang. Bisa dijadikan ajang diet loh, tapi harus tetap makan walaupun tidak pakai acara jajan dan cari tempat nongkrong malam-malam. Jangan lupa diselingi olahraga, supaya besok waktu bertemu dia akan terkesima dengan perubahan bentuk badan kamu. Dan lagi kamu akan jadi lebih sehat disbanding sebelumnya.

we heart it : angie2215
9.      Nongkrong Dengan Teman

Tidak boleh terpuruk, harus bisa lebih membaur dibanding biasanya. Coba bertemu beberapa teman lama dan ajak mereka nongkrong di tempat baru yang sedang hits. Atau sekedar makan siang bersama-sama dengan teman kantor membahas gosip terbaru di kantor sampai kamu lupa rasanya sepi.

we heart it : baraa7746
10.      Jangan Baper

Sendirian di kost atau di rumah pasti langsung kepikiran masa-masa indah waktu sama dia kan? Coba banyak bergerak agar tidak kepikiran, mungkin seperti masak atau mencuci baju atau merapikan lemari pakaianmu sampai kamu letih dan siap untuk beristirahat. Bawa dia dalam doa, bertemulah dalam mimpi. Kalian tidak jauh, kalian dekat dalam doa.

we heart it : moonlight_priincess
11.      Selesaikan tugas

Ikutan lembur bersama yang lain agar pekerjaanmu tidak menumpuk waktu dia kembali dan mengajakmu pergi beberapa hari untuk sekedar menggantikan waktu yang lama sudah dilewatkan tanpamu. Jadi mengajukan cuti bisa jadi salah satu hadiah saat dia kembali.  

we heart it : gisssssss

LDR yang membuat jauh hanya jaraknya, tapi percayalah kalau hatimu akan selalu dekat. Saya menghadapi LDR tidak sering, namun tujuannya untuk bekerja itu kadang membuat saya kuatir. Saat itu suami saya harus menyelam sampai 70-an meter, pekerjaannya membuat saya lebih dari sedih dibanding LDR itu sendiri. Di darat semua bisa saja terjadi, apalagi di laut? Ya, saya bisa melewati ini semua. Apalagi kamu? Tegar, semangat dan bawa terus dia dalam doa (kalau doa loh ya, kalo nggak ya bukan salah saya), maka jarakpun akan kalah dengan kuatnya rasa percaya kalian. (LP)